<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments for Qolbun Salim</title>
	<atom:link href="http://astranawa.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://astranawa.wordpress.com</link>
	<description>mencerdaskan otak, menjernihkan hati</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 Jul 2008 14:05:57 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Comment on The Islam you don&#8217;t hear about by astranawa</title>
		<link>http://astranawa.wordpress.com/2008/07/12/the-islam-you-dont-hear-about/#comment-2</link>
		<dc:creator>astranawa</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Jul 2008 14:05:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://astranawa.wordpress.com/?p=9#comment-2</guid>
		<description>Ulil Abshar-Abdalla comments:

Prof. Prothero adalah ketua Departemen Agama (maksudnya Religion Department, bukan &quot;Departement of Religious Affair&quot;) di Universitas Boston. Bukunya yang saya suka adalah &quot;Religious Literacy&quot; yang menjadi salah satu buku &quot;best seller&quot; di Amerika sekarang.

Dia sekarang mempersiapkan buku baru tentang agama-agama dunia yang mengambil sudut-pandang yang berbeda dengan bukunya Houston Smith yang sudah menjadi klasik itu, yakni &quot;Religion of Man&quot; yang kemudian, karena kata &quot;man&quot; menjadi terlalu seksis, diubah dalam edisi baru menjadi &quot;The World&#039;s Religion&quot;.

Ketika saya ketemu Prof. Prothero beberapa hari sebelum berangkat ke Indonesia (tepatnya ke Bali dan Yogyakarta), dia bercerita bahwa buku dia nanti akan menekankan sudut-sudut perbedaan dan keunikan agama-agama dunia, berbeda dengan bukunya Smtih yang lebih menekankan aspek kesamaan. Jadi, &quot;angle&quot; yang ia pakai adalah &quot;the discourse of uniqueness&quot; bukan &quot;the narrative of convergence&quot; (seperti terlihat dalam kasus bukunya Smith itu).

Prof. Prothero saat ini menjadi salah satu &quot;bintang baru&quot; sebagai pengamat masalah-masalah agama yang sering dirujuk oleh media di Amerika. Orangnya masih muda, dan sangat asyik untuk diajak ngobrol. Dia juga punya gaya menulis yang &quot;ngepop&quot; dan enak dibaca. Riset awal dia memang mengenai represetasni Yesus dalam kebudayaan populer di Amerika.

Untuk buku baru ini, dia melakukan semacam &quot;ziarah&quot; ke negeri-negeri yang menjadi tanah asal masing-masing agama. Dia berusaha untuk ziarah juga ke Madinah, tetapi tak mendapat visa dari pihak kedutaan Saudi. Sebagaimana kita tahu, &quot;orang kafir&quot; dilarang menginjakkan kakinya di tanah suci Islam. Inilah keyakinan Islam &quot;Wahabi&quot;.

Kita tunggu saja bukunya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ulil Abshar-Abdalla comments:</p>
<p>Prof. Prothero adalah ketua Departemen Agama (maksudnya Religion Department, bukan &#8220;Departement of Religious Affair&#8221;) di Universitas Boston. Bukunya yang saya suka adalah &#8220;Religious Literacy&#8221; yang menjadi salah satu buku &#8220;best seller&#8221; di Amerika sekarang.</p>
<p>Dia sekarang mempersiapkan buku baru tentang agama-agama dunia yang mengambil sudut-pandang yang berbeda dengan bukunya Houston Smith yang sudah menjadi klasik itu, yakni &#8220;Religion of Man&#8221; yang kemudian, karena kata &#8220;man&#8221; menjadi terlalu seksis, diubah dalam edisi baru menjadi &#8220;The World&#8217;s Religion&#8221;.</p>
<p>Ketika saya ketemu Prof. Prothero beberapa hari sebelum berangkat ke Indonesia (tepatnya ke Bali dan Yogyakarta), dia bercerita bahwa buku dia nanti akan menekankan sudut-sudut perbedaan dan keunikan agama-agama dunia, berbeda dengan bukunya Smtih yang lebih menekankan aspek kesamaan. Jadi, &#8220;angle&#8221; yang ia pakai adalah &#8220;the discourse of uniqueness&#8221; bukan &#8220;the narrative of convergence&#8221; (seperti terlihat dalam kasus bukunya Smith itu).</p>
<p>Prof. Prothero saat ini menjadi salah satu &#8220;bintang baru&#8221; sebagai pengamat masalah-masalah agama yang sering dirujuk oleh media di Amerika. Orangnya masih muda, dan sangat asyik untuk diajak ngobrol. Dia juga punya gaya menulis yang &#8220;ngepop&#8221; dan enak dibaca. Riset awal dia memang mengenai represetasni Yesus dalam kebudayaan populer di Amerika.</p>
<p>Untuk buku baru ini, dia melakukan semacam &#8220;ziarah&#8221; ke negeri-negeri yang menjadi tanah asal masing-masing agama. Dia berusaha untuk ziarah juga ke Madinah, tetapi tak mendapat visa dari pihak kedutaan Saudi. Sebagaimana kita tahu, &#8220;orang kafir&#8221; dilarang menginjakkan kakinya di tanah suci Islam. Inilah keyakinan Islam &#8220;Wahabi&#8221;.</p>
<p>Kita tunggu saja bukunya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
